DASAR HUKUM
Dalam mendukung penyelenggaraan pembelajaran PAUD yang inovatif, holistik, dan berorientasi pada perkembangan anak, serta pemenuhan gizi anak di daerah yang belum terjamah program Makanan Bergizi Gratis, diperlukan acuan hukum sebagai landasan pelaksanaan kegiatan agar berjalan sesuai dengan kebijakan pendidikan yang berlaku. Dasar hukum tersebut adalah sebagai berikut:
UU No. 17 Tahun 2023 Pasal 64
(1) Upaya pemenuhan gizi ditujukan untuk peningkatan mutu gizi perseorangan dan masyarakat.
(2) Peningkatan mutu gizi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui:
a. perbaikan pola konsumsi makanan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman;
b. peningkatan akses dan mutu pelayanan gizi yang sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi; dan
c. peningkatan sistem kewaspadaan dan peringatan dini terhadap kerawanan pangan dan gizi.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
Pasal 1 ayat (14) yang menyebutkan bahwa PAUD adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Selain itu, pada Pasal 28 dijelaskan bahwa PAUD dapat diselenggarakan melalui jalur formal, nonformal, dan informal.
PERMASALAHAN
KB Tunas Kaltara terletak di wilayah transmigrasi penempatan tahun 2015, mayoritas pekerjaan mayarakat adalah petani / berkebun. Akan tetapi dari orangtua siswa mengeluhkan anak – anak mereka tidak mau makan sayur hasil kebun ataupun sayur lainya, mereka hanya mau makan dengan, telur, mie instan, sosis, ayam goreng, dan makanan instan yang dibeli dari kota. Kemudian masih banyak peserta didik yang kurang suka makan sayur. Dari siswa yang ada sebanyak 12 siswa hanya 1 anak saja yang mau makan sayur.
Selain daripada itu, perkembangan tehnologi yang semakin canggih kemudian mayoritas anak kurang terkontrol dalam menggunakan ponsel di rumah sehingga anak kesulitan untuk fokus dan terhambat perkembangan motorik halus, pekembangan kognitif dan aspek perkembangan lainnya pun terhambat. Dari 12 siswa ada 5 peserta didik yang sulit fokus, kemudian 6 anak yang kognitif dan motorik halusnya terhambat perkembangannya.
ISU STRATEGIS
Inovasi “AYO SEMASA “ (Ayo Sehat Dengan Makan Sayur) untuk anak – anak KB Tunas Kaltara dilatarbelakangi oleh isu strategis rendahnya konsumsi sayur pada anak usia dini yang berdampak pada kualitas kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan sumber daya manusia (SDM). Anak Usia Dini merupakan masa emas (golden age) pembentukan kebiasaan hidup sehat sehingga diperlukan edukasi dan pembiasaan konsumsi sayur sejak dini.
Inovasi ini memiliki keterkaitan erat dengan program strategis nasional, prioritas RKP, serta program prioritas Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam peningkatan kualitas SDM dan kesehatan masyarakat.
Isu Strategis Nasional
Permasalahan strategis yang menjadi dasar inovasi antara lain:
masih rendahnya konsumsi sayur dan buah pada anak,
meningkatnya risiko stunting dan masalah gizi,
kurangnya edukasi pola makan sehat sejak usia dini,
meningkatnya konsumsi makanan instan dan jajanan tidak sehat,
perlunya pembentukan karakter hidup sehat pada anak.
Kondisi tersebut menjadi perhatian nasional karena berpengaruh terhadap kualitas generasi masa depan dan produktivitas SDM.
Keterkaitan dengan Program Strategis Nasional dan Prioritas RKP
Mendukung Prioritas Peningkatan Kualitas SDM
Inovasi ini mendukung arah kebijakan nasional dalam peningkatan kualitas SDM melalui:
pemenuhan gizi seimbang pada anak usia dini,
peningkatan kesehatan dan tumbuh kembang anak,
pembentukan perilaku hidup sehat sejak dini,
peningkatan kesiapan belajar anak.
Program ini sejalan dengan prioritas pembangunan nasional dalam:
percepatan penurunan stunting,
penguatan kesehatan preventif dan promotif,
peningkatan kualitas generasi emas Indonesia 2045.
Mendukung Program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Inovasi ini mendukung:
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS),
kampanye konsumsi buah dan sayur,
program gizi anak usia dini,
pencegahan penyakit akibat pola makan tidak sehat.
Mendukung Target Sustainable Development Goals (SDGs)
Inovasi ini mendukung:
SDG 2: mengurangi masalah gizi dan meningkatkan ketahanan pangan,
SDG 3: meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan,
SDG 4: mendukung kualitas pendidikan anak melalui kesehatan dan kesiapan belajar.
Keterkaitan dengan Program Prioritas Bupati Bulungan
Inovasi ini mendukung prioritas pembangunan daerah Kabupaten Bulungan, khususnya:
peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,
percepatan penanganan stunting,
peningkatan kualitas SDM sejak usia dini,
penguatan pendidikan karakter hidup sehat,
peningkatan peran sekolah dan keluarga dalam pembinaan kesehatan anak.
Program ini juga mendukung visi daerah untuk mewujudkan masyarakat Bulungan yang:
sehat,
cerdas,
berkualitas,
produktif dan berdaya saing.
Keterkaitan dengan Target Capaian Daerah
Inovasi “AYO SEMASA” (Ayo Sehat Dengan Makan Sayur) berkontribusi terhadap pencapaian target daerah, antara lain:
penurunan prevalensi stunting,
peningkatan status gizi anak,
peningkatan konsumsi sayur dan buah pada anak usia dini,
peningkatan indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),
peningkatan kualitas kesehatan peserta didik,
peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bidang kesehatan.
Inovasi “AYO SEMASA” (Ayo Sehat Dengan Makan Sayur) untuk anak TK merupakan upaya strategis dalam membentuk perilaku hidup sehat dan meningkatkan kualitas gizi anak usia dini sebagai fondasi peningkatan kualitas SDM. Inovasi ini sejalan dengan prioritas nasional dalam percepatan penurunan stunting, penguatan kesehatan promotif dan preventif, serta peningkatan kualitas generasi Indonesia Emas 2045. Selain itu, inovasi ini mendukung program prioritas Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat, penguatan kualitas pendidikan anak usia dini, serta peningkatan kualitas SDM yang sehat, cerdas, dan produktif.
Selain permasalahan tentang gizi, masih ada isu strategis lain yang menjadi alasan Inovasi AYO SEMASA (Ayo Sehat dengan Makan Sayur) di lakukan di KB Tunas Kaltara, diantaranya:
Meningkatnya Paparan Gawai pada Anak Usia Dini
Penggunaan ponsel pada anak usia dini semakin meningkat, bahkan sudah menjadi bagian dari aktivitas harian. Paparan yang berlebihan dapat mengurangi kesempatan anak untuk melakukan aktivitas eksploratif yang penting bagi perkembangan kognitif dan motorik halus.
Penurunan Kemampuan Fokus dan Konsentrasi
Anak yang terlalu sering menggunakan ponsel cenderung terbiasa dengan stimulasi cepat (visual dan audio), sehingga mengalami kesulitan untuk fokus pada kegiatan yang membutuhkan perhatian lebih lama, seperti belajar, membaca, atau menyelesaikan tugas.
Terhambatnya Perkembangan Kognitif
Penggunaan ponsel yang tidak terkontrol dapat mengurangi interaksi langsung anak dengan lingkungan sekitarnya. Padahal, interaksi sosial dan pengalaman nyata sangat penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir, memecahkan masalah, dan kreativitas anak.
Keterlambatan Perkembangan Motorik Halus
Aktivitas di ponsel cenderung terbatas pada gerakan sederhana seperti mengetuk dan menggeser layar. Hal ini tidak cukup melatih koordinasi tangan dan jari seperti kegiatan menggambar, menulis, menggunting, atau bermain balok, sehingga perkembangan motorik halus menjadi kurang optimal.
METODE PEMBAHARUAN
Kondisi Sebelum Inovasi
Sebelum inovasi ini implementasikan peserta didik KB Tunas Kaltara tidak mau makan sayur, mudah sakit, kurang fokus, sulit diajak komunikasi, sulit memahami pola, bentuk dan warna sulit memahami jumlah, kesulitan dalam menggerakan pensil, mudah lelah dan bosan. Juga keluhan yang sama kamindapatkan dari orangtua siswa.
Kondisi Setelah Inovasi
Setelah inovasi implementasikan, ada perubahan signifikan dari yang tadinya 12 peserta didik hanya ada 1 yang mau makan sayur naik hingga 92%. Untuk perkembangan kognitif pada anak naik hingga 44%, dan perkembangan motorik halus pada anak naik hingga 44%
KEUNGGULAN/KEBAHARUAN
Inovasi pembelajaran ini menghadirkan pendekatan yang lebih holistik dan menyenangkan bagi anak usia dini dengan mengintegrasikan metode pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) atau learning by doing, di mana anak belajar melalui aktivitas langsung yaitu dengan mengajak anak terlibat langsung dalam kegiatan memasak sayur dari mulai memilih sayur yang segar, memotong, menghitung bumbu, menakar sampai masakan siap saji lalu di makan bersama – sama dengan nasi dan lauk yang sehat yang dibawa dari rumah.
Inovasi ini memiliki keunggulan yang sangat kuat dalam mendukung pembelajaran mendalam (deep learning) pada anak PAUD/TK karena melibatkan pengalaman nyata, bermakna, dan terintegrasi.
Dalam konteks ini, pembelajaran tidak berhenti pada “anak tahu”, tetapi berkembang menjadi “anak memahami dan mampu melakukan”. Inovasi ini menghadirkan proses belajar yang utuh dari awal hingga akhir, sehingga anak tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mengalami langsung setiap tahapan.
Salah satu keunggulan Inovasi ini adalah keterlibatan aktif anak secara menyeluruh. Anak tidak hanya melihat atau mendengar, tetapi juga menyentuh, mencium, merasakan, dan melakukan. Keterlibatan multisensori ini membuat pengalaman belajar lebih melekat dan mudah diingat dalam jangka panjang.
Selain itu, Kegiatan ini memungkinkan terjadinya integrasi berbagai aspek perkembangan dalam satu kegiatan. Anak belajar konsep matematika sederhana saat menakar bahan, memahami sains saat melihat perubahan bentuk (misalnya sayur yang mentah menjadi matang), mengembangkan bahasa melalui interaksi, serta melatih motorik dan sosial-emosional secara bersamaan. Integrasi ini merupakan ciri utama pembelajaran mendalam.
Keunggulan lainnya adalah kontekstual dan bermakna. Apa yang dipelajari anak langsung berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga anak lebih mudah memahami manfaat dari apa yang mereka lakukan. Ini membantu anak membangun koneksi antara pengalaman belajar dengan dunia nyata.
Inovasi ini juga mendorong kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah sederhana. Misalnya, ketika masakan terlalu cair atau bahan kurang, anak diajak berpikir dan mencoba solusi. Proses ini melatih anak untuk tidak hanya mengikuti instruksi, tetapi juga memahami dan mengambil keputusan.
Dari sisi karakter, kegiatan memasak memperkuat kemandirian, tanggung jawab, dan rasa percaya diri. Anak merasakan hasil nyata dari usahanya, yang berdampak positif pada motivasi belajar dan pembentukan konsep diri.
Dengan demikian, inovasi dalam pembelajaran ini terletak pada kemampuannya menciptakan pengalaman belajar yang aktif, terintegrasi, kontekstual, dan reflektif—semua merupakan elemen penting dalam pembelajaran mendalam.
Karena dalam satu kegiatan, banyak aspek perkembangan anak yang terstimulasi sekaligus:
Menstimulus Konsentrasi, Fokus dan hati - hati : berhati – hati saat memegang benda tajam, berhati – hati terhadap listrik dan bahan yang sudah panas.
Kognitif: anak belajar mengenal bahan, menghitung takaran, memahami urutan langkah.
Motorik halus: mengaduk, menuang, memetik, mengiris.
Bahasa: mengenal kosakata baru (nama bahan, alat, proses).
Sosial-emosional: belajar bekerja sama, sabar menunggu giliran, hati – hati, konsentrasi dan sabar.
Kemandirian: anak merasa mampu membuat sesuatu sendiri.
TAHAPAN INOVASI/BISNIS PROSES INOVASI
Tahapan Inovasi AYO SEMASA (Ayo Sehat Dengan Makan Sayur)
Identivikasi Masalah
Mencari solusi
Mengadakan Pertemuan Wali Murid
Mencari Ide
Memilih Ide terbaik
Keputusan
Perencanaan
Pelaksanaan Uji Coba
Pelaksanaan
Evaluasi
Perbaikan Pengembangan
Pihak – pihak yang terlibat pada setiap tahapan inovasi,
Kepala Sekolah KB Tunas Kaltara
Guru Kelas B
Guru Kelas A
Orangtua / wali Siswa KB Tunas Kaltara
Perpustakaan Karunia
Petani yang ada di sekitar Sekolah
Bidan yang Bertugas di wilayah Tanjung Buka SP3