Undang - Undang Kesehatan Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Mengatur tentang Kesehatan Sebagai hak asasi manusia dan menegaskan pentingnya Upaya pencegahan penyakit serta perawatan yang merata bagi seluruh penduduk Indonesia.
PMK Nomor 67 Tahun 2016 pasal 2 penanggulangan Tuberculosis yang selanjutnya disebut penanggulangan TB adalah segala Upaya Kesehatan yang mengutamakan aspek promotive,dan preventif tanpa mengabaikan aspek rehabilitative yang ditujukan untuk melindungi Kesehatan masyarakat, menurunkan angka kesakitan, kecacatan, kematian, memutuskan penularan, mencegah resistensi obat, dan mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan akibat tuberculosis.
PERMASALAHAN
Sampai saat ini, TB Paru merupakan masalah Kesehatan masyarakat dan menjadi tantangan global Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai beban TB terbesar yang merupakan peringkat ke 2 setelah India.
1. Kurangnya pengetahuan masyarakat atau keluarga dan penderita TB tentang penyakit TB paru
2. Masih adanya kasus TB mangkir serta kurangnya peran serta lintas sektor, lintas program masyarakat, dan keluarga
3. Rendahnya penemuan dini kasus TB Bta (+) dan suspek TB
4. Kurangnya Pengawasan selama Pengobatan atau tidak adanya PMO
Data Cakupan Penyakit TB Paru dan kasus TB mangkir pada tahun 2017-2018 sebelum pelaksanaan inovasi kalender SIKAT TB adalah :
Pada tahun 2017 jumlah suspek 72 suspek (26%); jumlah penderita TB Bta (+) 12 pasien (43%); dan kasus TB Mangkir ada 3 kasus.
Pada Tahun 2018 Jumlah Suspek yang diperiksa 124 (44%); jumlah penderita TB bta (+) yang ditemukan 16 kasus (57%); dan kasus TB Mangkir Masih ada 2 kasus.
Dari data tersebut, dapat dilihat bahwa jumlah penemuan kasus TB diwilayah kerja UPT Puskesmas Tanjung Palas masih sangat rendah berbanding target yang harus dicapai, serta masih adanya kasus TB mangkir.
ISU STRATEGIS
Tuberkulosis (TB) adalah Penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (MTb), yang dapat menyerang paru dan organ lainnya. Secara umum sifat kuman Mycobacterium tuberculosis adalah sebagai berikut :
Berbentuk batang dengan panjang 1-10 mikron, lebar 0,2-0,6 mikron.
Bersifat Tahan Asam dalam pewarnaan metode Ziehl Neelsen sehingga sering disebut sebagai Basil Tahan Asam (BTA) , berbentuk batang warna merah dalam pemeriksaan dibawah mikroskop.
Memerlukan media khusus untuk biakan antara lain : Lowenstein Jensen dan Ogawa.
Tahan terhadap suhu rendah sehingga dapat bertahan hidup dalam jangka waktu lama pada suhu antara minus 70 °C sampai dengan 4 °C.
Kuman sangat peka terhadap panas, sinar matahari dan sinar ultraviolet. Paparan langsung terhadap sinar ultraviolet akan menyebabkan sebagian besar kuman akan mati dalam beberapa menit. Dalam dahak pada suhu antara 30-37 °C akan mati dalam waktu lebih kurang 1 minggu.
Kuman dapat bersifat dorman selama bertahun-tahun.
METODE PEMBAHARUAN
Kondisi Sebelum Inovasi
Sebelum adanya inovasi, masih adanya kasus TB mangkir, kurangnya peran serta lintas sektor, lintas program dan keluarga, pencapaian suspek dan penemuan kasus TB positif belum sesuai target, dan kurang pahamnya penderita, dan keluarga tentang peny. TB.
Kondisi Setelah Inovasi
Setelah inovasi dilakukan, kasus TB mangkir sudah berkurang bahkan tidak ditemukan lagi pada tahun 2020-2022, pencapaian suspek dan penemuan kasus TB positif sudah mulai meningkat, penderita dan keluarga mulai memahami dan mengerti tentang penyakit TB paru, serta meningkatnya peran serta lintas sektor, lintas program, dan keluarga.
KEUNGGULAN/KEBAHARUAN
Inovasi yang ditawarkan dalam Upaya menurunkan dan menekan jumlah pasien TB Mangkir adalah “Inovasi Kalender SIKAT TB” adalah suatu Upaya Bersama yang dilakukan oleh petugas Kesehatan dan penduduk atau masyarakat dalam Upaya menekan dan menurunkan jumlah pasien TB Mangkir dan sebagai kontroling untuk Pasien yang masih dalam pengobatan. Selain itu, kalender SIKAT TB merupakan bentuk penggunaan tanggalan yang diberikan kepada penderita dan PMO sebagai :
Media edukasi (kalender ini dilengkapi dengan edukasi tentang TB Paru)
Waktu Minum Obat (stiker yang ditempelkan pada kalender berfungsi untuk mengingatkan pasien jadwal minum obat rutinnya)
Waktu Pengambilan Obat (kalender ini juga berfungsi untuk mengingatkan pasien tanggal Kembali untuk control atau mengambil obat,selain kalender pasien juga telah diberikan kartu control pengambilan obat)
Waktu Pemeriksaan Sputum/Dahak Follow Up (Sebagai pengingat waktu pemeriksaan dahak follow Up)
TAHAPAN/BISNIS PROSES INOVASI
1. Pengajuan Judul Inovasi & Membentuk Tim
2. Rapat Membentuk Tim Kerja
3. Membuat Rencana Kerja Sosialisasi Inovasi
4. Membuat monitoring dan draft Kesiapan Pelaksanaaan Kegiatan Inovasi dan program kerja
5. Uji coba, pengumpulan dan pelaporan hasil kerja tim
6. Implementasi kegiatan di Puskesmas
7. Evaluasi Kegiatan
8. Identifikasi kekurangan dan hambatan pelaksanaan kegiatan