ASIN MANIS SWGB (Pelayanan Pasien Malnutrisi (Stunting, Wasting dan Gizi Buruk))

Di Indonesia, pelayanan kesehatan mengenai stunting telah diatur oleh beberapa regulasi, diantaranya;

(1) Perpres No 72 tentang penurunan stunting, sebagai salah satu indikator pelayanan gizi di rumah sakit merupakan komponen yang penting untuk memberikan pelayanan kesehatan pada anak balita yang mengalami gangguan malnutrisi (stunting dan wasting).;

(2) Peraturan Bupati (PERBUP) Kabupaten Bulungan Nomor 42 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Nomor 13 Tahun 2020 tentang Pedoman Pencegahan Stunting.

PERMASALAHAN
Salah satu permasalahan yang ada pada pelayanan Unit Pelaksana Gizi di Teknis Daerah (UPTD) Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo adalah belum tersruktur dan terintregrasi dalam penanganan stunting dan wasting (malnutrisi). 

ISU STRATEGIS
Di era digital saat ini, pelayanan kesehatan yang dilakukan untuk mencegah dan mengetahui lebih awal balita stunting dan wasting di UPTD RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo dan kurangnya komunikasi dengan pihak terkait agar memantau perkembangan atau perubahan balita jika balita tersebut mengalami gangguan malnutrisi (stunting dan wasting). Maka diperlukan inovasi agar lebih efisien dan cepat penanganan balita dengan gangguan malnutrisi (stunting dan wasting).

 

METODE PEMBAHARUAN
Kondisi sebelum inovasi
Sebelum dilaksanakan inovasi, UPTD RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo belum menerapkan penanganan malnutrisi (stunting dan wasting) serta belum adanya alur pelayanan penanganan malnutrisi dan belum terlibatnya informasi balik dengan pihak terkait yaitu Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan yamg menaungi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).
Kondisi setelah inovasi
Dengan adanya kegiatan pelayanan pasien malnutrisi (stunting, wasting dan gizi buruk) yang di singkat ASIN MANIS (SWGB) yang berbasis digitalisasi yang menggunakan Media Sosial seperti Whasapp Grup yang d koordinir oleh Dians Kesehatan. Maka lebih efisien dalam penanganan pelayanan malnutrisi di UPTD RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo jika terdapat balita dengan gangguan malnutrisi dan lebih cepat informasi yang di terima oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas.

KEUNGGULAN/KEBAHARUAN
Keunggulan yang ditawarkan kegiatan ini diantaranya;
1.   Terdapat Regulasi tim maupun SOP Rumah Sakit lebih terarah dari awal  alur pelayanan melalui IGD atau Rawat jalan (Poliklinik) lalu di Monitoring jika di rawat inap sampai .
2.   Terbentuknya Tim yang melaksanakan penanganan yaitu Dokter Spesialis Anak, Dokter Umum IGD, Perawat IGD, Perawat Ruangan Rawat Inap dan Nutrisionis yang menangani langsung pasien ketika datang ke rumah sakit.
3.   Pasien yang mengalami gangguan malnutrisi (stunting, wasting dan gizi buruk) lebih terarah dan lebih cepat dapat pelayanan.
4.  Pelaporan dan monitoring oleh pihak terkait yaitu Dinas Kesehatan yang menaungi Puskesmas lebih tercap tersampaikan ketika pasien sudah pulang dari rumah sakit melalui media sosial (Whatsapp Grup Tim Koord Malnutrisi) yang di koordinasi oleh dinas kesehatan.

TAHAPAN/BISNIS PROSES INOVASI
1.    Pasien datang dari Rawat Jalan atau Instalasi Gawat darurat (IGD) melalui atau tidak dengan rujukan ( puskesmas )
2.    Dilakukan Skrining awal di Rawat Jalan atau IGD ( mengukur TB dan BB)
3.    Dokter Spesialis dan Dokter Umum melakukan diagnosa gizi
4.    Dokter Spesialis dan nutrisionis melakukan pelayanan keruangan jika di rawat inap
5.    Perawat memonitoring BB setiap hari dan TB jika pasien pulang.
6.    Nutrisionis melakukan  rujukan balik dengan WA grub (Tim Koord Malnutrisi ) serta melakukan pengisian di PELITA KESMAS