BERKESAN (Brending dan Kemesan Olahan Hasil Kemasan Perikanan)

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 5 Tahun 2021 tentang Usaha Pengolahan Ikan dalam Pasal 1 menjelaskan tentang Ikan adalah segala jenis organisme yang seluruh atau sebagian dari siklus hidupnya berada di dalam lingkungan perairan; Hasil Perikanan adalah Ikan yang ditangani, diolah, dan/atau dijadikan produk akhir yang berupa Ikan segar, Ikan beku, dan olahan lainnya; serta Pengolahan Ikan adalah rangkaian kegiatan dan/atauperlakuan dari bahan baku Ikan sampai menjadi produk akhir.

PERMASALAHAN

Produk olahan hasil perikanan yang ada saat ini belum melalui proses pengemasan dan branding yang memadai. Berdasarkan analisis menggunakan pohon masalah, ditemukan akar masalahnya adalah belum optimalnya penguatan daya saing olahan perikanan. Salah satunya adalah karena dukungan terhadap branding produk melalui kemasan masih rendah. Hal ini disebabkan belum optimalnya pembinaan mutu olahan hasil perikanan dan kurangnya pengetahuan pelaku usaha tentang keamanan pangan. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan program pembinaan mutu olahan hasil perikanan, pendampingan PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga), serta bimbingan teknis (bimtek) mengenai branding dan kemasan.

ISU STRATEGIS

Dalam mengatasi permasalahan, maka inovasi yang akan dilakukan, yakni melakukan sinergi dalam branding dan kemasan produk olahan hasil perikanan yang memiliki peran penting dalam peningkatan daya saing dan nilai jual produk. Beberapa isu strategis yang sering muncul dalam pengelolaan branding dan kemasan hasil perikanan, antara lain daya tarik kemasan yang menarik dan informatif dapat meningkatkan minat konsumen. Namun, banyak pelaku usaha kecil masih menggunakan kemasan sederhana yang kurang menarik, serta keamanan dan sertifikasi produk olahan perikanan perlu memenuhi standar keamanan pangan, termasuk sertifikasi halal dan izin industri rumah tanga (PIRT). Strategi pemasaran dan branding pada kebanyakan usaha kecil belum memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran online, akibatnya jangkauan pasar masih terbatas. Kualitas dan diferensiasi produk olahan perikanan harus memiliki kualitas yang baik dan inovasi dalam variasi produk agar dapat bersaing di pasar. Jaringan distribusi dan memperluas jaringan pemasaran juga diperlukan karena dapat meningkatkan kerja sama dengan instansi terkait, sehingga dapat membantu meningkatkan akses pasar bagi produk olahan perikanan. Upaya untuk mengatasi tantangan ini, meliputi peningkatan desain kemasan, pemanfaatan pemasaran digital, serta penguatan standar keamanan dan sertifikasi produk.

METODE PEMBAHARUAN

Kondisi Sebelum Inovasi

Sebelum inovasi dilakukan, produk olahan perikanan dikemas seadanya secara mandiri oleh UMKM. Kemasan tersebut tidak memiliki desain khusus dan belum izin pemasaran produk maupun kandungan gizi.

Kondisi Setelah Inovasi

Setelah adanya inovasi BERKESAN,  produk olahan perikanan dikemas secara modern identitas merek logo, slogan, dan cerita di balik produk melalui pendampingan tim teknis Dinas Perikanan. Termasuk fasilitasi untuk izin pemasaran produk maupun kandungan gizi yang berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan, BPOM, dan Diskoperindag UKM.

KEUNGGULAN/KEBAHARUAN

Branding dan kemasan yang efektif dapat meningkatkan daya tarik dan nilai jual produk olahan hasil perikanan. Berikut beberapa metode yang diterapkan :

1. Desain Kemasan yang Menarik

Kemasan yang inovatif dan fungsional dapat meningkatkan minat konsumen. Misalnya, penggunaan bahan ramah lingkungan atau desain yang mencerminkan kualitas produk.

2. Strategi Branding yang Kuat.

Membangun identitas merek logo, slogan, dan cerita di balik produk dapat meningkatkan daya saing.

3. Pemasaran Digital

Memanfaatkan media sosial dan platform e-commerce untuk menjangkau lebih banyak pelanggan dan meningkatkan kesadaran merek.

4. Edukasi Konsumen

Memberikan informasi tentang manfaat produk, cara penyimpanan, dan keunggulan dibandingkan produk lain dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan.

5.    Kemasan yang Menjaga Kualitas

Menggunakan teknologi pengemasan yang mempertahankan kesegaran dan kualitas produk, seperti vacum packing atau kemasan kedap udara. 

TAHAPAN/BISNIS PROSES INOVASI

Inovasi BERKESAN memiliki beberapa tahapan kegiatan. Yang pertama, melakukan koordinasi dan kolaborasi aksi perubahan ke stakeholder internal dan eksternal. Selanjutnya, dilaksanakan pembentukan tim kerja yang terdiri dari Tim Teknis, Tim Administrasi, Tim Kreatif dan Dokumentasi. Setelah dibentuk tim kerja, maka dilakukan penyusunan desain inovasi BERKESAN. Setelah desain inovasi BERKESAN berjalan optimal, akan dilaksanakan launching program dan sosialisasi BERKESAN. Tahapan berikutnya, melaksanakan implementasi program “BERKESAN”, kemudian dilanjutkan pada tahapan monitoring dan evaluasi program “BERKESAN”.