JASUKE (Jamban Sanitasi Total Berbasis Masyarakat)

PERMASALAHAN

Permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya kesadaran dan akses masyarakat terhadap sanitasi, khususnya penggunaan jamban sehat, yang menyebabkan praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS) masih meluas. Hal ini melibatkan keterbatasan akses terhadap fasilitas sanitasi dan air bersih (faktor lingkungan), kebiasaan yang membenarkan BABS, serta kurangnya kesadaran akan risiko kesehatan (faktor perilaku). Oleh karena itu, program inovasi JASUKE hadir untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan jamban sehat karena dapat mengurangi kontaminasi air dan tanah. Selain itu, JASUKE mendorong perubahan perilaku dan kebiasaan hidup bersih dan sehat melalui sosialisasi dan mekanisme arisan.  

ISU STRATEGIS

Di Era moderen saat ini bahwa perilaku masyarakat masih tertinggal sehingga harus di lakukan perbaikan terhadap sanitasi, lingkungan dan air bersih. Secara substansial akan mengurangi tingkat kesakitan dan tingkat keparahan berbagai penyakit sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tantangan pembangunan sanitasi di Indonesia adalah masalah sosial budaya dan perilaku penduduk yang terbiasa buang air besar (BAB) di sembarang tempat, khususnya ke badan air yang juga digunakan untuk mencuci, mandi dan kebutuhan higienis lainnya.

 

METODE PEMBAHARUAN

Kondisi sebelum inovasi

Banyaknya masyarakat masih BAB disungai dan tempat-tempat yang tidak semestinya.

Kondisi setelah inovasi

Adanya perubahan perilaku BAB menggunakan fasilitas yang layak.

 

KEUNGGULAN/KEBAHARUAN

Keunggulan yang ditawarkan dari inovasi ini adalah adanya mekanisme arisan yang memunculkan komitmen kuat agar memiliki jamban sehat serta budaya gotong royong dalam pemberdayaan masyarat.

 

TAHAPAN/BISNIS PROSES INOVASI

1.   sosialisasi kepada masyarakat yang belum memiliki jamban

2.    pemicuan STBM

3.   penguatan komitmen masyarakat melalui sistem arisan

4.   pengumpulan dana arisan

5.   persiapan pembangunan jamban

6.   pembangunan jamban secara gotong royong

7.   evaluasi perilaku dan sarana prasarana