APEM GELUNG (Alat Pemisah Janggel Jagung)

PERMASALAHAN

Jagung merupakan salah satu komoditas pangan yang mempunyai peran strategis dalam pembangunan pertanian dan perekonomian nasional. Komoditas ini berfungsi multiguna, baik untuk pangan maupun pakan. Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan merupakan sentral budidaya jagung dengan luas lahan ± 50 Ha dan di Desa Karang Agung sendiri luasan budidaya jagung ± 10 Ha dengan panen rata-rata 1,5 ton/Ha, dalam hal ini pasca panen untuk memisahkan biji  jagung  dari tongkolnya (memipil) petani mengunakan cara manual dan mekanis.

Inovasi ini berfokus pada pemanfaatan alat TTG dalam memisahkan biji jagung yang  dirancang untuk membantu memudahkan pekerjaan petani jagung serta meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Karang Agung, Kabupaten Bulungan beserta petani jagung di Kecamatan Tanjung Palas Utara secara umum. sehingga mempercepat proses memipil jagung dengan biaya lebih murah dengan kualitas baik.

Peningkatan produksi jagung melalui perbaikan teknologi budidaya dapat dikatakan cukup berhasil. Namun demikian, keberhasilan peningkatan produksi jagung tersebut belum diikuti dengan penanganan pasca panen yang baik sehingga belum dapat menjamin ketersediaan jagung baik kuantitas, kualitas maupun kontinyuitasnya. Untuk dapat melaksanakan penanganan pasca panen yang tepat dibutuhkan adanya pedoman penanganan pasca panen jagung yang didasarkan pada prinsip-prinsip yang benar. Dengan adanya pedoman penanganan pasca panen jagung diharapkan petani dapat melakukan penanganan pasca panen jagung secara tepat sehingga dapat memperoleh jagung yang memenuhi persyaratan mutu sehingga dapat memberikan nilai tambah yang signifikan kepada petani.

Pemipilan merupakan cara penanganan pascapanen jagung yang perlu mendapat perhatian, tingginya kehilangan hasil jagung ditingkat petani pada tahap pemipilan yang mencapai 4% dan total kehilangan hasil jagung pada tingkat petani 5,2% . Saat yang tepat untuk memipil jagung adalah ketika kadar air jagung berkisar antara 18-20%. Selain mempertahankan fungsi jagung untuk jangka waktu yang cukup lama, penanganan tersebut juga akan meningkatkan nilai jual jagung yang berdampak pada peningkatan pendapatan petani. Peluang tersebut dapat diwujudkan melalui pengoperasian mesin pemipil yang dapat menekan tingkat kerusakan biji.

Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut Posyantek Desa MEKAR SARI JAYA Desa Karang Agung membuat Alat Pemisah Janggel Jagung yang di singkat APEM GELUNG.

 

KEBAHARUAN

Kebaharuan dari inovasi ini adalah adanya metode pasca panen dimana sebelumnya dilakukan secara manual maka saat ini dilakukan secara mekanis menggunakan alat teknologi.

 

TAHAPAN INOVASI

Tahapan inovasi meliputi identifikasi kebutuhan masyarakat, pemilihan alat dan bahan, perakitan alat, uji coba, evaluasi dan sosialisasi APEM GELUNG.