PERMASALAHAN
Faktor resiko perubahan hormon esterogen dan progesteron, meningkatnya asam lambung, perubahan pola makan dan konsumsi gula berlebih, kurangnya perawatan gigi karena mual dan kelelahan serta peningkatan risiko penyakit gigi dan mulut sangat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut selama masa kehamilan. Komplikasi yang terjadi diantaranya adalah karies gigi, gingivitis, periodontitis, infeksi gigi atau abses, kehilangan gigi hingga peningkatan resiko komplikasi kehamilan (persalinan prematur dan berat badan lahir rendah).
Kesehatan gigi dan mulut ibu hamil memiliki dampak besar pada kesehatan bayi yang dikandungnya, menunjukkan bahwa periodontitis pada ibu hamil terhubung erat dengan risiko Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Ibu hamil dengan periodontitis kronis memiliki risiko BBLR 10,9 kali lebih tinggi. (Hubungan Antara Penyakit Periodontitis pada Ibu Hamil sebagai Faktor Resiko Kejadian BBLR, Komara, 2016) . Sebanyak 20 penelitian dimasukkan dalam meta-analisis, prevalensi periodontitis pada kehamilan adalah 40% (Pengetahuan dan Perilaku Kesehatan Gigi dengan Periodontitis pada Pasien Puskesmas Kasomalang Subang, Jurnal Kedokteran Gigi jilid 125, 2022) .
Ibu hamil merupakan salah satu kelompok rentan terhadap karies gigi dengan prevalensi 84,7%. Pada masa kehamilan, terjadi perubahan hormon yang ditandai dengan mual muntah dan rasa malas menggosok gigi, sifat asam dan perubahan pH saliva menyebabkan karies gigi. Kondisi ini dapat mengakibatkan bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR), keguguran, dan pre-eklampsia (Faktor yang Berhubungan dengan Karies Gigi Pada Ibu Hamil di Puskesmas Kota Masohi Maluku Tengah, Journal of Dental Hygiene and Therapy, vol 4, 2023).
Jumlah kunjungan ibu hamil di UPTD Puskesmas Antutan dari bulan Februari tahun 2023 adalah 32 ibu hamil, 22 diantaranya dirujuk ke poli gigi (68,5%) dan 20 ibu hamil menderita penyakit periodontal (62,5%). Masih rendahnya rujukan ibu hamil kunjungan ke poli gigi dan mulut, maka mendorong terciptanya inovasi OPSI PERGI BUMIL (Optimalisasi Pemeriksaan Gigi dan Mulut Pada Ibu Hamil).
ISU STRATEGIS
Isu strategis dalam kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil adalah risiko kerusakan gigi, penyakit gusi, dan kehilangan gigi. Masalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil dapat memengaruhi pertumbuhan janin dan kesehatan bayi. Kurangnya kesadaran dan edukasi, minimnya pengetahuan tentang pentingnya kesehatan gigi pada ibu hamil, mitos dan ketakutan yang beranggapan bahwa perawatan gigi bisa menyebabkan keguguran janin. Faktor pelayanan di puskesmas yaitu kurangnya promosi dan sosialisasi bahwa kurangnya kesadaran bahwa pemeriksaan gigi untuk ibu hamil sangatlah penting. Aksesibilitas dan faktor ekonomi, dimana jarak tempat tinggal ibu hamil yang jauh menjadi kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan gigi dan masih banyak ibu hamil yang hanya hanya fokus untuk pemeriksaan kehamilan rutin tetapi mengabaikan kesehatan gigi. Minimnya peran dan keterlibatan tenaga kesehatan bidan yang paling sering berinteraksi dengan ibu hamil dalam memberikan edukasi kesehatan gigi dan mulut dan kurangnya integrasi dengan layanan antenatal (ANC) di puskesmas, sehingga ibu hamil tidak diarahkan untuk memeriksakan kesehatan gigi. Solusi Strategis untuk menangani masalah tersebut adalah dengan mengedukasi dan kampanye kesadaran melalui penyuluhan rutin di posyandu dan kelas ibu hamil, berintegrasi pemeriksaan gigi dengan ANC agar ibu hamil langsung dirujuk ke poli gigi saat kontrol kehamilan. Meningkatkan ketersediaan layanan gigi di puskesmas dengan jadwal yang lebih fleksibel. Melibatkan bidan dan kader kesehatan dalam mengedukasi ibu hamil tentang pentingnya kesehatan gigi. Dengan pendekatan strategis ini, diharapkan angka kunjungan ibu hamil ke poli gigi puskesmas dapat meningkat, sehingga kesehatan ibu dan janin lebih terjaga. Inovasi Opsi Pergi Bumil juga sejalan dengan isu strategis pembangunan daerah Kabupaten Bulungan dalam rangka mewujudkan Mantap Dasar Pelayanan dan Bulungan Reaksi Cepat (Program Prioritas Daerah).
METODE PEMBAHARUAN
Kondisi Sebelum Inovasi
Beberapa kondisi sebelum inovasi ini dilakukan yaitu kurangnya kesadaran dan pengetahuan tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan sehingga menyebabkan rendahnya cakupan kunjungan ibu hamil ke Poli Gigi dan Mulut. Minimya kunjungan ibu hamil dari Poli KIA ke Poli Gigi dan Mulut juga disebabkan lamanya waktu tunggu pemeriksaan ibu hamil yang sebelumnya diperiksa di ruang KIA, ruang laboratorium, dan ruang gizi (1 jam 30 menit). Pemeriksaan gigi dan mulut tidak dapat dilakukan secara langsung, tetapi harus dilakukan setelah pemeriksaan ibu lengkap. Selama ini pemeriksaan gigi dan mulut tidak memiliki buku yang berisi pencatatan dan perekaman hasil riwayat pemeriksaan gigi dan mulut ibu hamil.
Kondisi Setelah Inovasi
Setelah inovasi dilakukan, pemeriksaan gigi dan mulut dapat dilakukan secara langsung, tanpa harus menunggu pemeriksaan ibu lengkap. Hal ini dikarenakan telah adanya buku Opsi Pergi Bumil. Dengan adanya buku Opsi Pergi Bumil, peningkatan kesadaran dan pengetahuan ibu hamil akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan guna mempersiapkan kelahiran, cakupan kunjungan dan rujukan ibu hamil dari Poli KIA ke Poli Gigi meningkat serta menurunnya angka kesakitan gigi (penyakit periodontal) pada ibu hamil dan memudahkan dalam pencatatan dan perekaman hasil riwayat pemeriksaan gigi dan mulut di dalam buku Opsi Pergi Bumil.
KEUNGGULAN/KEBAHARUAN
Beberapa inovasi untuk mengatasi kesehatan gigi dan mulut telah banyak dilakukan oleh pemerintah daerah. Namun demikian kami melihat masih ada beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki. Secara umum, bentuk kebaruan dari inovasi yang kami kerjakan ini terletak pada penggunaan media informasi secara terintegrasi dalam program kesehatan gigi dan mulut khususnya untuk ibu hamil yang ditujukan kepada semua ibu hamil wilayah kerja puskesmas. Secara khusus, inovasi ini membawa beberapa elemen baru yang dapat diuraikan sebagai berikut :
Pemanfaatan Media untuk Dokter Gigi dan Terapis Gigi: Inovasi ini menggunakan media informasi berupa buku yang di dalamnya termasuk odontogram yang berfungsi membantu merekam dan menganalisis kondisi gigi, memudahkan perencanaan perawatan gigi dan meningkatkan komunikasi antara petugas medis dengan pasien.
Peningkatan Informasi bagi Ibu Hamil: Inovasi ini menggunakan media informasi berupa buku kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil yang di dalamnya terdapat tips dan informasi penting tentang kesehatan gigi dan mulut, serta dapat meningkatkan kesadaran ibu hamil tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan.
Peningkatan Sinergitas Tenaga Medis Bidan dan Kader: Tenaga medis bidan dan kader kesehatan dilibatkan secara aktif melalui intergrasi kegiatan pada kelas ibu hamil, kegiatan di posyandu, layanan antenatal (ANC) untuk pembinaan dan penyuluhan kesehatan gigi sehingga ibu hamil dapat memeriksakan kesehatan gigi selama kehamilan.
Peningkatan Cakupan Layanan Puskesmas dan Program UKGM: dari inovasi ini cakupan layanan dan kunjungan ibu hamil dapat meningkat serta mendorong keberhasilan program.
Pendekatan Terintegrasi: Inovasi ini menghubungkan tenaga medis bidan, keluarga dan layanan kesehatan secara efektif melalui media tersebut, meningkatkan derajat kesehatan dan kesadaran dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut ibu hamil.
Secara keseluruhan, inovasi ini menawarkan solusi simple, akurat, menarik, dan mudah dipahami dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kesehatan gigi ibu hamil.
TAHAPAN/BISNIS PROSES INOVASI
Inovasi Opsi Pergi Bumil terdiri dari beberapa tahapan :
Menyusun konsep buku, mencari referensi dari jurnal dan penelitian, mendesain buku semenarik mungkin sehingga mudah dibaca dan dipahami, melakukan konsultasi, selanjutnya tahapan pencetakan buku.
Sosialisasi hasil buku yang berisi tentang tips menjaga kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan. Pada tahapan ini mengundang tenaga medis dokter gigi, bidan dan Kader Posyandu. Penyampaian penggunaan buku dilakukan di ruang pertemuan puskesmas, sehingga peserta dapat memahami tata cara penggunaan buku.
Penggunaan buku ini pada saat (i) kunjungan kehamilan, (ii) pelaksanaan kegiaan kelas ibu hamil, dan (iii) pelaksanaan pelayanan ANC di Posyandu. Dimana tidak hanya mendapatkan buku KIA, tetapi juga mendapatkan buku Opsi Pergi Bumil untuk pemeriksaan kesehatan gigi dan selanjutnya buku dibawa ke poli gigi untuk dilakukan pemeriksaan gigi secara menyeluruh. Buku ini terdapat odontogram yang berfungsi membantu dan memudahkan diagnosis dan rencana perawatan, memantau kesehatan gigi pasien dari waktu ke waktu serta meningkatkan komunikasi antara tenaga medis dengan pasien. Buku ini juga dapat dibawa pulang oleh ibu hamil, sehingga ibu hamil membaca dan memahami dirumah apa saja tips menjaga kesehatan gigi, dampak apabila mengabaikan kesehatan gigi selama kehamilan dan waktu perawatan gigi yang dilakukan selama masa kehamilan dan dibawa kembali pada saat kontrol kehamilan selanjutnya.
Pemantauan dan evaluasi Tahapan ini memastikan buku Opsi Pergi Bumil dapat menurunkan angka kesakitan gigi pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas melalui kunjungan ibu hamil yang dirujuk ke poli gigi dan mulut.