CODE SOBAT (Quick Respone Code Informasi Obat Transformasi Pelayanan Kefarmasian)

PERMASALAHAN

Salah satu permasalahan yang ada pada pelayanan farmasi di Puskesmas Tanjung Palas adalah dalam hal pemberian informasi obat kepada pasien masih sangat kurang baik dalam hal etiket obat yang hanya berisikan informasi tanggal, nama, umur, dan aturan pakai obat dan kondisi pasien pada saat mengambil obat yang tidak memungkinkan pasien mendengarkan penjelasan informasi obat dengan baik dan benar.

 

ISU STRATEGIS

Isu strategis terkait pelayanan kefarmasian di puskesmas yang dapat dijadikan fokus dalam pengembangan dalam pelayanan kefarmasian:

  1. Waktu dalam pemberian informasi obat yang terbatas, keadaan pasien yang kurang baik dan pemahaman pasien tentang cara penggunaan obat dengan tepat.

  2. Waktu tunggu saat menunggu pengambilan obat

  3. Etiket obat yang terbatas dalam penulisan aturan pakai/penggunaan obat khusus sangat minim.

 

METODE PEMBAHARUAN

Kondisi sebelum inovasi

Sebelum adanya inovasi, pemberian informasi obat masih melalui etiket sederhana. Informasi-informasi tentang obat masih dalam bentuk brosur yang berlembar-lembar.

Kondisi setelah inovasi

Setelah adanya inovasi, pemberian informasi obat lebih terinci terutama dalam pemberian aturan pakai obat khusus, seperti penggunaan obat tetes mata, salep mata, tetes telinga dan penggunaan suppositoria lebih jelas dengan adanya poster informasi obat. Memudahkan pasien untuk membaca informasi-informasi obat melalui gadget (HP).

 

KEUNGGULAN/KEBAHARUAN

Pada perkembangan teknologi yang semakin maju dan pesat saat ini tentu berpengaruh pada kemudahan-kemudahan yang diberikan dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam bidang kesehatan menghasilkan suatu informasi yang tepat dan cepat. Tujuan dari QR Code ini adalah untuk menyampaikan informasi secara cepat dan juga mendapat tanggapan secara cepat. Dalam inovasi ini dibagi menjadi dua Qr Code.

  1. Qr code yang langsung ke WhatsApp petugas kefarmasian, sehingga pasien yang sudah berada di rumah atau yang bingung tentang cara penggunaan obat, aturan pakai, dosis maupun indikasinya dapat menanyakan langsung ke pegawai kefarmasian yakni petugas apotek menggenai obat yang telah didapat dari puskesmas ataupun obat dari luar. Sehingga pasien dapat menggunakan obat secara tepat sesuai dengan indikasi penyakitnya.

  2. Qr Code yang berisi informasi seputaran tentang obat baik informasi tentang cara penyimpanan obat, memahami penggunaan obat dan cara menggunakan obat-obat tertentu seperti suppositoria maupun obat tetes.

Penyebaran Qr Code menggunakan kartu nama apotek agar pasien maupun masyarakat dapat dengan mudah menscan Qr code whatsapp dan menghubungi tenaga kefarmasian serta menscan Qr Code informasi obat untuk memudahkan pasien untuk mendapatkan informasi obat dalam bentuk poster. Selain menggunakan kartu nama apotek, apotek juga menggunakan papan akrilik yang disimpan di depan apotek sehingga Ketika pasien menunggu obat dapat dengan mudah menscan Qr code.

TAHAPAN/BISNIS PROSES INOVASI

Implementasi CODE SOBAT dirancang melalui tahap:

  1. Penyusunan Regulasi dan SOP. Sebelum inovasi CODE SOBAT dilaksanakan, perlu adanya regulasi untuk mendukung pelaksanaan inovasi yaitu berupa SK Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan tentang inovasi Pelayanan Publik Pada Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan Tahun 2023, dan SK Kepala Puskesmas Tanjung Palas Tentang Tim Qr Code Informasi Obat tahun 2021.

  2. Kolaborasi lintas sektor. Kegiatan inovasi ini perlu adanya penyebaran informasi baik melalui lintas sektor di puskesmas dengan lintas sektor wilayah kerja di tanjung palas dan penyebaran melalui media sosial yang dimiliki puskesmas.

  3. Implementasi. Inovasi CODE SOBAT diawali dengan pembuatan poster sederhana dengan berbagai informasi obat, menentukan tema dalam pembuatan poster obat, membuat QR Code yang berisi semua poster informasi obat. Melakukan penyebaran QR Code dengan cara pembuatan kartu nama yang berisikan QR Code berukuran kecil sehingga memudahkan dalam penyebaran, memprint poster yang berisikan informasi dan QR Code sehingga pasien cukup membawa satu poster dan bisa membaca poster lain melalui Hp, memajang QR Code di depan ruangan sehingga memudahkan pasien menscan QR Code dan bisa membaca berbagai informasi obat melalui Hp.