DASAR HUKUM
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air
- Mengatur konservasi sumber daya air untuk menjaga keberlanjutan ketersediaan air.
- Menekankan perlindungan dan pelestarian sumber air serta pendayagunaan air secara berkelanjutan.
PERMASALAHAN
- Keterbatasan ketersediaan air bersih saat musim kemarau
- Air hujan belum dimanfaatkan secara optimal
- Meningkatnya kebutuhan air bersih untuk masyarakat
ISU STRATEGIS
- Ancaman krisis air bersih pada musim kemarau akibat keterbatasan sumber air yang tersedia
- Meningkatnya kebutuhan air masyarakat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi
METODE PEMBAHARUAN
Kondisi Sebelum Inovasi
- Masyarakat terbatas dalam menggunakan air bersih dan masih banyak kekurangan ketersediaan air bersih
Kondisi Setelah Inovasi
- Adanya cadangan air bersih untuk masyarakat
- Tidak perlu lagi mengambil air ke desa induk
- Ketersediaan air bersih lokasinya dekat dengan masyarakat
KEUNGGULAN/KEBAHARUAN
- Keunggulan innovasi TETES EMAS TIAS ( Tempat Tandao Air Bersih Mandiri Tias ) adanya filter sederhana yang menyaring air hujan guna mengurangi ke Azaman air hujan yang masuk ke tandon.
TAHAPAN INOVASI/BISNIS PROSES INOVASI
1. Identifikasi Masalah
- Melakukan survei dan pengumpulan data terkait ketersediaan air di wilayah.
- Mengidentifikasi permasalahan seperti kekurangan air saat musim kemarau, genangan saat musim hujan, dan menurunnya debit air tanah.
- Menghimpun aspirasi dan kebutuhan masyarakat.
2.Perencanaan Inovasi
- Menentukan tujuan dan sasaran program konservasi tadah air hujan.
- Menyusun desain sistem penampungan dan pemanfaatan air hujan.
- Menentukan lokasi, kebutuhan anggaran, serta sumber pendanaan.
3.Sosialisasi dan Edukasi
- Memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya konservasi air.
- Menjelaskan manfaat dan cara kerja sistem tadah air hujan.
- Membentuk kelompok atau tim pelaksana.
4. Pembangunan Sarana dan Prasarana
- Pembangunan tempat tandon air/bangunan.
- Pembelian bak/tandon air
- pemasangan filter dan talang air
5. Implementasi dan Pemanfaatan
- Menampung air hujan yang turun dari atap bangunan.
- Memanfaatkan air yang terkumpul untuk kebutuhan rumah tangga, atau kegiatan lainnya sesuai kebutuhan.
- Melakukan pengelolaan penggunaan air secara efektif dan efisien.
6. Monitoring dan Evaluasi
- Memantau volume air yang berhasil ditampung dan dimanfaatkan.
- Mengukur dampak program terhadap ketersediaan air masyarakat.
- Mengidentifikasi kendala dan melakukan perbaikan apabila diperlukan.
7. Pengembangan dan Replikasi
- Menyempurnakan sistem berdasarkan hasil evaluasi.
- Mendorong penerapan inovasi di rumah tangga atau wilayah lain.
- Menjadikan program sebagai bagian dari upaya konservasi air yang berkelanjutan