INOVASI ALGOSENA (Alat Penggorengan Serba Guna)

Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2021 tentang Penerapan dan Pengembangan Teknologi Tepat Guna, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Permendesa Nomor 23 Tahun 2017 tentang Penerapan dan Pengembangan Teknologi Tepat Guna dalam pengelolaan sumber daya alam desa, Permendesa PDTT Nomor 8 Tahun 2022 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa, Surat Edaran Bupati Bulungan Nomor 140/15/DPMD/V tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa.

Didalam produksi amplang ini kami terkendala alat penggorengan, karena proses penggorengan amplang cukup memakan waktu kurang lebih 25 menit dan ketika menggunakan wajan hasil penggorengan tidak maksimal dan juga tidak bisa dikerjakan 1 orang dalam satu waktu akhirnya muncullah ide untuk membuat alat yaitu Algosena (Alat Penggorengan Serba Guna), dimana alat yang diciptakan penggunaan tuas drag untuk mengatur tekanan pada amplang, desain dan operasional alat lebih sederhana sehingga bisa dioperasikan masyarakat pada umunya dan masa penggunaan alat kurang lebih 10 tahun, pemeliharaan alat mudah dan aman untuk dilakukan serta proses produksi amplang lebih cepat dan lebih praktis, kapasitas penggorengan juga lebih besar sehingga mampu meminimalisir produksi dan meminimalisir kecelakaan kerja jika dibandingkan dengan penggorengan yang selama ini dilakukan oleh para IKM.

Bahwa untuk peluang ke depan alat Algosena ini bisa bermanfaat bagi UMKM-UMKM berproduksi amplang dan kerupuk dan otomatis alat ini akan dibutuhkan oleh masyarakat dan UKM Micro karena harga sangat terjangkau dan prospek pasar juga masih luas.

Sebelum inovasi dilakukan, proses menggoreng amplang membutuhkan waktu sekitar 25 menit dan jika menggunakan wajan biasa, hasilnya kurang optimal serta tidak memungkinkan untuk dilakukan oleh satu orang saja dalam satu waktu.

Setelah inovasi dilakukan, proses menggoreng menggunakan panci sederhana dengan tambahan sistem tuas drag untuk mengatur tekanan pada amplang, sehingga memiliki desain dan cara kerja yang lebih sederhana dan mudah digunakan oleh masyarakat umum. Alat ini diperkirakan memiliki masa pakai sekitar 10 tahun, dengan pemeliharaan yang mudah dan aman. Selain itu, proses produksi amplang menjadi lebih cepat dan praktis. Kapasitas penggorengannya yang lebih besar juga memungkinkan peningkatan efisiensi produksi serta mengurangi risiko kecelakaan kerja jika dibandingkan dengan metode penggorengan yang biasa digunakan oleh para pelaku IKM.

Alat Algosena ini adalah alat kebaharuan dari panci dandang biasa dirakit sedemikian rupa untuk dijadikan alat penggorengan serba guna dimana alat kesediaan bahan baku pembuatan algosena sangat mudah dan harga terjangkau khususnya dikabupaten kota kalimantan utara.

Pertama menggoreng menggunakan wajan biasa, kedua menggoreng menggunakan panci dandang dan memakai pemberat batu cor hasil tidak maksimal, ketiga muncul ide menggoreng tetap menggunakan panci dandang tapi sarangan dirakit atau diinovasi untuk memudahkan proses penggorengan kerupuk amplang dan alat ini sangat praktis digunakan untuk menggoreng kerupuk amplang dengan ukuran panci 45 cm dan kapasitas 1,5 kg dalam satu kali penggorengan dengan durasi waktu 25 menit dengan kualitas hasil penggorengan yang merata.