Program Siaga Kependudukan (SSK) adalah program yang diinisiasi oleh BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa tentang isu-isu kependudukan, keluarga berencana, dan kesehatan reproduksi. SSK juga bertujuan untuk membentuk karakter remaja berencana dan siap menghadapi tantangan demografi di masa depan. Diatur dengan beberapa regulasi diantaranya :
1. Undang –Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga pasal 17, mengamanatkan bahwa pengembangan wawasan kependudukan yang berkelanjutan untuk mewujudkan pendudukan yang berkualitas.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 87 tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan keluarga, Keluarga Berencana dan Sistem Informasi Keluarga Pasal 11 menyebutkan bahwa dalam rangka pelaksanaan sinkronisasi kebijakan pengendalian kuantitas penduduk, pemerintah menetapkan program dan kegiatan penyelenggaraan pengendalian kuantitas penduduk yang salah satunya memalui kerja sama pendidikan kependudukan
Program Sekolah Kependudukan (SSK) adalah upaya pemerintah untuk mengatasi tantangan kependudukan dan mempersiapkan generasi muda yang berkualitas, terutama menjelang era bonus demografi. SSK bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa tentang isu-isu kependudukan, serta membentuk karakter remaja yang bertanggung jawab dan berencana termasuk wilayah Kabupaten Bulungan yang memili luas wilayah 13.182 km2 dengan 10 kecamatan, 74 desa dan 7 kelurahan. Tahun 2021 program Sekolah Siaga Kependudukan belum dilaksanakan sehingga belum ada prasarana untuk pelaksanaan program Sekolah Siaga Kependudukan melalui Pojok Kependudukan.
Isu strategis dalam program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) adalah rendahnya kesadaran dan pengetahuan siswa tentang isu-isu kependudukan yang berkembang di masyarakat serta membentuk karakter remaja berencana untuk masa depan. SSK bertujuan untuk mencegah masalah kependudukan seperti pernikahan dini, seks bebas dan penyalahgunaan narkoba serta mempersiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan Indonesia Emas 2045.
Berikut beberapa isu strategis SSK :
1. Peningkatan pengetahuan dan pemahaman Kependudukan. Sekolah Siaga Kependudukan bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang komprehensif tentang isu kependudukan.
2. Pendidikan Berencana
SSK menekankan pentingnya pendidikan berencana, termasuk dalam hal pendidikan, pekerjaan dan pernikahan untuk membentuk remaja yang mampu membuat keputusan bijak.
3. Pencegahan masalah remaja.
SSK berperan dalam mencegah masalah remaja seperti pernikahan dini, seks bebas dan penyalah gunaan narkoba melalui edukasi dan sosialisasi.
4. Pengembangan karakter generasi berencana
SSK bertujuan untuk membentuk karakter remaja yang peduli terhadap isu kependudukan dan mampu menjadi agen perubahan yang positif dalam masyarakat.
5. Integrasi kurikulum dan kegiatan kesiswaan :
SSK mengintegrasikan pendidikan kependudukan ke dalam berbagai mata pelajaran dan kegiatan kesiswaan untuk memperluas jangkauan dan dampak program.
6. Pemanfaatan teknologi informasi
SSK dapat memanfaatkan teknologi informasi seperti pojok kependudukan untuk memberikan informasi dan edukasi yang lebih menarik dan efektif.
7. Sosialisasi yang berkelanjutan.
Sosialisasi program SSK perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa dan seluruh warga sekolah tentang pentingnya isu kependudukan.
Inovasi ini sejalan dengan isu strategis Integrasi kurikulum dan kegiatan kesiswaan. Sehingga dengan adanya program SSK mengintegrasikan pendidikan kependudukan ke dalam berbagai mata pelajaran dan kegiatan kesiswaan untuk memperluas jangkauan dan dampak dari program tersebut. Hal ini sejalan dengan misi pembangunan Kabupaten Bulungan untuk peningkatan kualitas SDM melalui program prioritas Mantap Pelayanan Dasar.
sebelum inovasi belum tersedianya sarana dan prasarana Rumah Dataku
b. Belum maksimalnya pelaksanaan program Sekolah Siaga Kependudukan
c. Belum terintegrasinya data kependudukan dalam satu aplikasi.
setelah inovasi Tersedianya sarana dan prasarana Rumah Dataku
b. Meningkatnya pelaksanaan kegiatan program Sekolah Siaga Kependudukan
c. Terlaksananya data kependudukan dalam satu aplikasi
Dari permasalahan tersebut, memberikan ide inovasi agar program Sekolah Siaga Kependudukan dapat berjalan dengan maksimal sehingga memberikan dampak positif bagi peserta didik guru dan sekolah pada khususnya serta masyarakat pada umumnya. Sekolah Siaga Kependudukan akan terus dikembangkan sesuia dengan zamannya sehingga dapat mendukung terwujudnya generasi muda yang menjadi Agent of Change di masyarakat untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia melalui Peningkatan program Sekolah Siaga Kependudukan Melalui Pojok Kependudukan.
- Melakukan konsultasi dengan mentor. Dengan output adanya masukan dan saran, lembar dukungan dan dokumentasi.
- Membuat undangan rapat pembentukan tim
- Mendistribusikan undangan rapat
- Melakukan rapat pembentukan tim
- Pembuatan SK tim
- Melakukan monitoring tahapan persiapan
B. Tahapan Pelaksanaan
- Melakukan advokasi ke OPD terkait
- Melakukan koordinasi dengan Tim lapangan
- Melakukan konsultasi ke sekolah
- Melakukan pembinaan ke sekolah
-Mengidentifikasi kebutuhan pembuatan pojok kependudukan
C. Tahapan Evaluasi
- Monitoring hasil kegiatan dan evaluasi
- Melakukan konsultasi dengan mentor
- Melakukan revisi masukan dan saran dari mentor