Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan dalam Pasal 4 menyebutkan Perpustakaan bertujuan memberikan layanan kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan Pasal 8 menyebutkan Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota berkewajiban menjamin penyelenggaraan dan pengembangan perpustakaan di daerah.
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter Pasal 5 disebutkan pengoptimalan penyelenggaraan Penguatan Pendidikan Karakter di Taman Kanak - Kanak diselenggarakan melalui kegiatan Intrakurikuler (kegiatan pembelajaran untuk pemenuhan beban belajar dalam kurikulum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan).
Regulasi tersebut yang mendasari INOVASI PENDIDIKAN KARAKTER ANAK MELALUI PROGRAM NONTON FILM BARENG DI PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN.
Perpustakaan memiliki peran penting dalam menciptakan masyarakat yang literat dan berkarakter. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan sejumlah kendala, di antaranya :
Minimnya jumlah kunjungan masyarakat ke perpustakaan, yang menunjukkan kurangnya minat dan kesadaran akan pentingnya budaya membaca.
Menurunnya jumlah anggota perpustakaan, sebagai indikasi rendahnya partisipasi aktif dalam memanfaatkan layanan perpustakaan.
Belum optimalnya sosialisasi program-program inovatif perpustakaan, sehingga belum menjangkau masyarakat secara luas, khususnya generasi muda para Pelajar yang ada di Kota Tanjung Selor.
1. Pemilihan Film yang Tepat
Pemilihan film harus selaras dengan nilai-nilai karakter yang ingin ditanamkan (seperti kejujuran, toleransi, kerja keras).
2. Integrasi dengan Kurikulum
Perlu strategi agar nobar bukan hanya hiburan, tapi menjadi bagian dari pembelajaran karakter yang terstruktur. Apakah kegiatan ini terhubung dengan pelajaran tertentu.
3. Bimbingan dan Refleksi Setelah Nobar
Tanpa diskusi atau refleksi, siswa dapat menonton tanpa menangkap nilai yang dimaksud sehingga strateginya, guru atau fasilitator perlu membimbing sesi tanya jawab, diskusi nilai moral, atau membuat tugas reflektif.
4. Perbedaan Persepsi dan Latar Belakang Siswa
Siswa berasal dari latar belakang berbeda, yang mempengaruhi cara mereka memahami pesan dalam film. Hal ini perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan salah tafsir atau konflik.
5. Media Literasi dan Daya Kritis Siswa
Nobar dapat menjadi sarana melatih literasi media, tetapi bisa menjadi bumerang jika siswa tidak dibekali kemampuan berpikir kritis terhadap isi film.
6. Dukungan Orang Tua dan Sekolah
Untuk pendidikan karakter yang efektif, perlu sinergi antara guru, sekolah, dan orang tua. Beberapa orang tua mungkin tidak menyetujui film tertentu atau metode nobar.
7. Infrastruktur dan Aksesibilitas
Fasilitas seperti proyektor, ruang nyaman, dan akses ke film legal bisa jadi kendala di beberapa sekolah. Strategi pemenuhan sarana-prasarana perlu direncanakan.
Pendidikan Karakter melalui Nonton Film Bareng juga mendukung prioritas pembangunan daerah Kabupaten Bulungan dalam rangka peningkatan kualitas SDM yang merupakan misi ke dua. Selain itu Kabupaten Bulungan sebagai Ibukota Provinsi kalimantan Utara juga menghadapi tantangan bonus demografi.
Sebelum inovasi dilakukan, pendidikan karakter anak di perpustakaan daerah Kabupaten Bulungan dilakukan melalui kegiatan baca buku bersama atau metode satu arah.
Setelah inovasi dilakukan, pendidikan karakter anak di perpustakaan daerah Kabupaten Bulungan dilakukan melalui metode dua arah yang lebih atraktif yaitu visualisasi dua dimensi ( Nonton film bareng ) dan adanya sesi games yang diminati oleh pengunjung.
Bidang Perpustakaan bersama tim melakukan inovasi dengan menyelenggarakan program bertajuk PENDEKAR RAMBA (Pendidikan Karakter Anak Melalui Program Nonton Film Bareng). Program ini dilaksanakan secara berkala dengan mengundang sekolah-sekolah dari jenjang TK, SD, hingga SMP yang berada di sekitar gedung perpustakaan (dalam wilayah Kota). Anak-anak diajak untuk menonton film edukatif yang mengandung nilai-nilai karakter, seperti kejujuran, toleransi, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan.
Melalui pendekatan yang menyenangkan ini, perpustakaan tidak hanya berperan sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran yang interaktif dan membentuk karakter generasi muda. Pengenalan layanan perpustakaan jadi lebih mudah dipahami siswa dan Guru pendamping karena dikemas menarik dalam kegiatan kunjungan. Penambahan jumlah Anggota Perpustakaan menjadi lebih signifikan dibandingkan kegiatan kunjungan sebelumnya karena sudah menggunakan prosedur pemanfaatan Teknologi Informasi yang dapat memangkas waktu dan proses pendaftaran Anggota.
Inovasi PENDEKAR RAMBA Pendidikan Karakter Anak Melalui Program Nonton Film Bareng di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulungan terdiri dari beberapa tahapan penting.
Tim menyiapkan Portal atau Link baik itu melalui Website ataupun Media Sosial dimana Pihak Sekolah baik itu PAUD SD atau SMP yang ingin memanfaatkan Layanan ini dapat mengakses dan memberikan informasi baik itu jumlah Siswa atau Jenis FILM yang ingin ditayangkan.
Sebelum Penayangan Film Di lakukan, akan diawali dulu dengan promosi atau pengenalan Layanan Perpustakaan oleh Pustakawan atau Staff Perpustakaan.
Penayangan FILM edukasi yang sesuai dengan permohonan Pihak Sekolah atau yang merupakan Referensi dan Hasil pemilahan oleh Tim Perpustakaan.
Sesi Games Edukasi berhadiah Souvenir menarik dari Perpustakaan setelah itu Ada sesi pengenalan Layanan Perpustakaan atau Membaca Buku di Ruang Baca Perpustakaan.