Undang-undang Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan mengamanatkan sistem budidaya tanaman yang merupakan bagian dari pertanian perlu dikembangkan sejalan dengan peningkatan kualitas sumberdaya manusia untuk mewujudkan pertanian Maju, Efisien, dan Tangguh. Kegiatan penanaman komoditas pertanian seperti yang tertuang pada Bab VI Pasal 40 Ayat 1 dan 2 UU Nomor 22 Tahun 2019 menyebutkan bahwa kegiatan penanaman merupakan kegiatan menanam Benih Tanaman pada Lahan atau media tanam lainnya dimana kegiatan ini harus dilakukan dengan tepat pola tanam, tepat Benih Tanaman, tepat cara, tepat sarana dan prasarana, serta tepat waktu. Komoditas pertanian yang terutama perlu dikembangkan dengan inovasi kegiatan penanaman ialah komoditas yang menjadi kebutuhan pokok salah satunya ialah Bawang Merah. Hal ini selaras dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah yang menjadi dasar pelaksanaan dan pengembangan inovasi untuk meningkatkan daya saing daerah, termasuk sektor pertanian.
Bawang merah adalah komoditas pertanian yang menjadi kebutuhan pokok bagi setiap rumah tangga termasuk di Kecamatan Bunyu yang merupakan Kecamatan terluar yang jauh dari ibu kota provinsi Kalimantan Utara. Namun, bawang merah masih didatangkan luar daerah sehingga ketika harga di Kecamatan Jawa mahal maka harga bawang merah di Kecamatan Bunyu jauh lebih mahal hingga naik tiga kali lipat. Sebenarnya sudah banyak usaha petani-petani di Kecamatan Bunyu untuk dapat menanam bawang merah sendiri akan tetapi sampai saat ini usaha menanam bawang merah di media tanah masih belum berhasil. Menyadari permasalahan tersebut inovator berusaha menemukan sebuah alternatif menanam bawang merah yang lebih mudah dan minim kegagalan yaitu dengan sistem hidroponik. Melalui percobaan pertama yang dilakukan penanaman bawang merah sistem hidroponik dengan media tumbuh menggunakan rockwool dapat berhasil namun sistem ini juga dihadapkan dengan biaya produksi yang tinggi karena media tanam rockwool yang mahal.
Undang-undang Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan dan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah tidak secara khusus menjelaskan mengenai metode penanaman serta inovasi yang dapat dilakukan dimasing-masing daerah untuk meningkatkan komoditas pertanian di daerah. Namun, dapat diketahui bahwa Inovasi Daerah di Bidang Pertanian khususnya di Kecamatan Bunyu perlu dilakukan. Tingginya kebutuhan Rumah Tangga terhadap Komoditas Pertanian tidak dibarengi dengan produksi pertanian menyebabkan Kecamatan Bunyu perlu mendatangkan komoditas pertanian dari luar seperti pulau Jawa menyebabkan harga menjadi lebih tinggi.
Kecamatan Bunyu merupakan Kecamatan terluar yang jauh dari ibu kota provinsi Kalimantan Utara dimana untuk mendapatkan kebutuhan pokok masih mendatangkan barang dari luar daerah termasuk bawang merah. Petani-petani di Kecamatan Bunyu telah mencoba untuk dapat menanam bawang merah sendiri akan tetapi sampai saat ini usaha menanam bawang merah di media tanah masih belum berhasil. Menyadari permasalah tersebut innovator berusaha menemukan sebuah alternatif menanam bawang merah yang lebih mudah dan minim kegagalan yaitu dengan sistem hidroponik. Melalui percobaan pertama yang dilakukan penanaman bawang merah sistem hidroponik dengan media tumbuh menggunakan rockwool dapat berhasil dengan maksimal. Namun, biaya produksi dengan media tanam menggunakan rockwool sangat mahal. Selain rockwool ada berbagai macam media tanam yang diketahui saat ini dapat menjadi media tanam hidroponik seperti contohnya ; arang sekam, dan cocopeat namun memiliki kendala yang tidak kalah banyak dari rockwool.
Media tanam yang berasal dari akar pakis yang banyak tumbuh di wilayah Kalimantan Utara terutama di daerah rawa, lahan gambut, pinggir sungai, dan di tanah yang lembab. Media ini memiliki sifat yang mudah menyerap air, mengandung kaya unsur mineral, dan memiliki serat halus sehingga dari sifat fisik dan kimia sangat baik sebagai media tanam hidroponik atau sebagai media campuran tanam organik. Pemanfaatan akat Pakis press sebagai media tanam dapat meningkatkan produksi pertanian khususnya di Kecamatan Bunyu serta diiringi dengan biaya produksi yang murah dibanding media tanam lainnya.
Inovasi AKAR PAKIS PRESS memiliki keunggulan/kebaharuan sebagai berikut:
Menanam bawang merah hidroponik dengan media akar pakis memiliki keuntungan 84 % lebih tinggi daripada menggunakan rockwool.
Akar pakis dapat diambil secara berkala sehingga tidak akan merusak lingkungan karena perkembangan tanaman ini cepat serta cepat menyebar ke areal pertanian, sehingga tanaman pakis sering dianggap gulma yang harus dimusnahkan oleh petani.
Dikarenakan kemudahan dalam mendapatkan sehingga akar pakis menjadi lebih murah dan secara otomatis akan mampu menurunkan biaya produksi pertanian bawang merah hidroponik dan tanaman lain tanpa mengurangi kualitas hasil panen.
Pemanfaatan akat Pakis press sebagai media tanam dapat meningkatkan produksi pertanian khususnya di Kecamatan Bunyu dan umumnya di wilayah Kalimantan Utara dimana secara geografis memiliki keanekaragaman hayati yang sama.
Tahapan inovasi AKAR PAKIS PRESS, meliputi:
Pengumpulan berkas kelengkapan;
Proses verifikasi;
Entry data dan pencetakan;
Publikasi;
Monitoring dan evaluasi.
Inovasi AKAR PAKIS PRESS memiliki tujuan untuk:
Untuk mendapatkan media tanam pengganti rockwool yang lebih murah, berkualitas baik, dan tersedia melimpah di Kecamatan Bunyu maupun Kalimantan Utara umumnya.
Untuk meningkatkan swasembada bawang merah di Kecamatan Bunyu.
Untuk menghemat biaya produksi petani.
Meningkatkan semangat petani di Kecamatan Bunyu untuk kembali mengembangkan bawang merah.
Untuk mengurangi ketergantungan komoditas bahan pokok dari luar Kalimantan Utara
Menekan biaya produksi untuk budidaya secara hidroponik sehingga meningkatkan keuntungan petani
Media tanam akar pakis (Good Fern) kaya akan unsur hara makro dan mikro dan Sudah melalui uji di Laboratorium PT. SIG dan Fakultas MIPA Universitas Gajah Mada. Media tanam ini mampu menghemat biaya produksi terutama dalam pengadaan media tanam hidroponik dan sumber bahan baku yang melimpah dan dapat dikelola secara ramah lingkungan.
Manfaat media tanam Akar Pakis (Good Fern) sebagai media tanam hidroponik antara lain adalah:
Sebagai media tanam yang berkualitas dan murah,
Daya serap air cepat dan daya simpan air sangat baik,
Dapat digunakan berkali-kali,
Dapat langsung menjadi sumbu tanpa kain flannel,
Tahan terhadap aliran air maupun goncangan air,
Sangat baik untuk pertumbuhan tanaman karena sudah mengandung unsur hara makro dan mikro,
Tidak mudah ditumbuhi jamur dan bakteri,
Sangat cocok untuk tanaman yang membutuhkan media tanam volume besar seperti bawang merah, bunga kol, cabai, dan melon,
Mengandung nitrogen dan kalium yang tinggi,
Mudah menjaga kadar oksigen media tanam,
Tidak mudah lapuk dan mengotori instalasi hidroponik.
Manfaat media tanam akar akar pakis (Good Fern) untuk pertanian organik adalah sebagai berikut:
Memiliki kandungan Nitrogen tinggi sangat baik untuk masa pertumbuhan vegetative
Memiliki unsur hara yang lengkap
Baik sebagai media tanam organik
Sangat baik sebagai media campuran untuk pupuk kompos organik Menjadikan tanah berpori sehingga mudah menyerap oksigen
Dengan menggunakan media tanam murah dan berkualitas, petani mampu menekan biaya produksi dan mampu meningkatkan keuntungan. Adanya kemampuan petani dalam meningkatkan swasembada komoditas pokok pertanian maka hal ini dapat mengurangi ketergantungan dari produk luar Kalimantan Utara sehingga harga jual ke masyarakat atau konsumen menjadi lebih murah, dengan demikian ada dua pihak yang diuntungkan yaitu para petani dan masyarakat. Petani menjadi lebih sejahtera dan masyarakat menjadi lebih dapat menghemat biaya kebutuhan hidup. Dan daerah Provinsi Kalimantan Utara khususnya dapat menjadi percontohan pertanian di daerah lain. Sehingga dengan adanya media tanam akar pakis ini mampu meningkatkan kesejahteraan khususnya para petani dan masyarakat dan menjadikan Kalimantan Utara memiliki ketahanan pangan mandiri.
Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD/Desa) dengan adanya produk lokal berupa akar pakis press maka desa akan memiliki produk baru yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian di daerah tersebut atau menjual ke daerah di luar Kalimantan Utara. Harapannya produk akar pakis (Good Fern) ini bisa menjadi produk unggulan Kalimantan Utara yang mendunia, dimana produk ini berhasil mengungguli produk atau media tanam yang digunakan secara internasional yaitu rockwool. Media tanam akar pakis berhasil mengungguli rockwool dari segi fisik, kandungan unsur hara dan bahkan harga jualnya akar pakis jauh lebih unggul.