Kesehatan gigi dan mulut memegang peranan penting bagi
kesehatan tubuh secara keseluruhan. Kesehatan gigi dan mulut juga berperan
dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas sumber daya manusia. Penyakit
gigi dan mulut sangat mempengaruhi derajat kesehatan, proses tumbuh kembang,
bahkan masa depan anak-anak. Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu
komponen kesehatan secara menyeluruh dan tidak dapat diabaikan, terutama pada
tingkat Sekolah Dasar (SD) dan PAUD. Masa anak usia sekolah merupakan masa
untuk meletakkan landasan kokoh bagi terwujudnya manusia yang berkualitas dan
kesehatan merupakan faktor penting yang menentukan kualitas sumber daya
manusia.
Kementerian Kesehatan mencanangkan Indonesia harus
bebas karies pada 2030. Pencanangan ini dihadapkan pada sejumlah tantangan
besar, salah satunya masih tingginya angka prevalensi karies di Indonesia.
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 45,3% penduduk
indonesia memiliki masalah gigi seperti gigi berlubang dan 14% gigi bengkak.
Kegiatan inovasi TIKA dan
SIGI merupakan suatu kegiatan inovasi yang bersifat preventif dan kuratif yang
dilaksanakan sebagai kegiatan inovasi dalam menjalankan program Kesehatan gigi
dan mulut di UPTD. Puskesmas Bumi Rahayu.
Dalam kegiatan TIKA dan SIGI
dilaksanakan pejaringan Kesehatan gigi dan mulut,penyuluhan,Dental Health
Education (DHE) melalui film edukasi dan kegiatan intinya dilaksanakan Tindakan
pada kasus gigi dan mulut anak usia sekolah.
Inovasi
TIKA dan SIGI (Tindak karies dan sehat gigiku) dalam program kesehatan gigi dan
mulut terdiri dari beberapa tahapan. Pertama, dilakukan skrining oleh tim UKGS
UPTD.Puskesmas Bumi Rahayu dan dilakukan pencatatan hasil skrining siswa yang
mengalami penyakit gigi dan mulut yang harus segera ditangani. Setelah
dilakukan skrining anak dan guru UKS/orangtua yang mendampingi pada saat
pemeriksaan dijelaskan mengenai permasalahn gigi anak dan rencana tindakan yang
akan dilakukan.
Selanjutnya,
data anak yang sudah terdaftar akan menjalani tindakan akan di informasikan ke
pihak sekolah, selanjutnya pihak sekolah menyampaikan informasi ke grup
whatsapp masing-masing kelas agar tersampaikan ke orangtua.
Setelah melakukan pendataan tersebut
siswa yang bersangkutan di undang untuk mengikuti kegiatan TIKA dan SIGI di
fasilitas kesehatan. Kegiatan ini di mulai dengan penyuluhan cara menjaga
kesehatan gigi bagi anak dan orangtua/wali serta menonton film edukasi, setelah
itu anak di panggil secara berurut untuk dilakukan tindakan, sementara yang
masih mengantri untuk dilakukan tindakan menunggu dengan tertib sambil menonton
film edukasi.