Salah satu upaya untuk mencukupi kekurangan kebutuhan gizi dari
konsumsi makan harian terutama pada kelompok rawan gizi dan berdampak pada
kondisi kesehatan adalah program suplementasi gizi yang saat ini dilaksanakan oleh
pemerintah diantaranya Pemberian Makanan Tambahan pada Balita.
Berdasarkan buku “Masih Tentang Kelor”, Tanaman kelor
yang dulu dikenal identik dengan mistis, saat ini sudah banyak diteliti
manfaatnya sebagai pangan,obat (penyakit infeksi dan penyakit tidak menular),
kosmetik (hand body lotion, oil parfume, dan masker), pertanian
(pupuk, antihama), lingkungan (penjernih air, antibakteri), pakan ternak,
penghijauan, dan menahan erosi pada lahan kritis. Ini menunjukkan nilai sosial
ekonomi kelor cukup baik. Oleh karena itu petugas mengenalkan menu-menu yang
ada pada buku dan kader posyandu dapat mengembangkan resep pengolahan daun
kelor yang ada.
Inovasi MATADOR menghadirkan sebuah
terobosan sebagai bentuk
kebaruan yang
terletak pada penggunaan bahan pangan lokal dan metode pengolahan yang
sederhana hingga bisa terjangkau seluruh lapisan masyarakat, melalui pelatihan
menu, lomba cipta menu olahan daun kelor, pameran dan pada kegiatan-kegiatan
yang berhubungan dengan pangan dan kesehatan. Kemudian, dilakukan pemberian
Makanan Tambahan Daun Kelor pada sasaran diposyandu sebagai PMT Penyuluhan dan
pemberian olahan makanan tambahan daun kelor sebagai PMT pemulihan untuk
meningkatkan status gizi balita.